Backup & Restore Pada Windows Server 2012
2) Langsung Next aja
3) Pilih Role based abis itu next
4) Pilih Select a server from the server pool, kemudian pilih servernya, sesudah itu klik next
5) Pada Server Roles langsung next aja
6) Kemudian pada Feature, tambahkan fitur Windows Server Backup, seteleh itu next
7) Beri centang pada Restart the destination blablabla, kemudian klik install
9) Masih di server manager, klik menu tool setelah itu pilih Windsows Server Backup
10) Bisa dilihat, belum ada backupan data, karena kita belum mengkonfigurasinya, maka dari itu klik backup schedule untuk mengatur kapan backup di lakukan
12) Pilih Full server (recommended), setelah itu next
13) Tentukan pada waktu kapan backup akan dilakukan secara otomatis
15) Akan ada Caution seperti ini, langsung saja klik ok
16) Kemudian akan ada tampilan seperti gambar berikut
17) Pertama buat dulu folder yang akan digunakan sebagai tempat dimana file-file backupan berada
18) Klik kanan pada folder tersebut, klik share with, setelah itu pilih Spesific people..
19) Share sebagai administrator yang bisa Read/Write folder tersebut
20) Selesai, klik done
21) Balik lagi ke konfigurasi backupnya, untuk locationnya, arahkan ke folder yang sudah di share tadi, setelah itu next
22) Maka akan diminta Usernamed beserta Passwordnya, disini saya menggunakan user Admin
23) Konfigrmasi terhadap konfigurasi backup yang sudah dilakukan, klik finish
24) Konfigurasi selesai, klik close
25) Bisa kalian lihat, schedule waktu backup berhasil berjalan dengan baik
26) Jika tadi membuat waktu kapan backup otomatis di lakukan, sekarang coba lakukan backup langsung tanpa harus menunggu backup otomatis pada waktu yang sudah di tentukan, klik backup once
27) Karena kita ingin langsung backup, pilih different options, setelah itu next
28) Pilih Custom, karena disini saya ingin backup beberapa file saja, ngga full satu server, klik next
29) Kemudian akan muncul tampilan berikut
30) Buat folder dan isi data di dalamnya, pada contoh ini saya membuat 2 file html, yang dimana folder beserta file ini akan di backup nanti
31) Kembali ke konfigurasi backup once tadi, jika sudah klik add items, dan beri centang pada folder yang berisi data yang sudah di buat tadi, kemudian klik ok
32) Berikut tampilan dari file yang akan di backup
33) Kemudian pada tahap Specify Destination Type, pilih remote share folder, karena disini saya akan menempatkan file backupan nya ke network folder yang sudah di share pada tahap sebelumnya
34) Pada location, arahkan ke network folder yang sudah di share tersebut, pilih inherit, pilihan ini membuat backup diakses untuk semua orang yang memiliki akses ke share network folder tersebut, jika sudah klik next
35) Maka akan muncul pop-up caution seperti gambar berikut, klik OK
36) Konfirmasi file yang akan di backup, jika sudah klik backup untuk memulai backup file tersebut
37) Proses backup berlangsung, tunggu hingga selesai
38) Jika sudah complete, boleh langsung di close aja
39) Berikut tampilan pada local backup yang menandakan proses backup telah sukses
Restore
2) Kembali lagi ke menu backup, klik Recover.. di sebelah kanan untuk merestore data yang hilang tersebut
3) Pilih on another location, karena disini kita akan merestore melalui remote shared folder yang sudah di konfigurasi pada tahap sebelumnya
4) Pada location type, pilih Remote shared folder
5) Nah sekarang arahkan dimana tempat backup dari file yang akan direstore tersebut
6) Pada backup date, akan di tampilkan waktu terakhir pada saat kita melakukan backup, pada gambar dibawah ini menunjukan jam 4:06 PM dan pada tanggal 29 November 2016, hal ini dikarenkan tadi saya membackupnya pada pukul 4:06 PM dan pada tanggal 29 November 2016. Langsung saja klik next
7) Pilih data jenis apa yang akan di restore, pilih Files and Folders, setelah itu next
8) Berikut akan ditampilkan item yang akan di restore, select file tersebut, setelah itu klik next
9) Atur tempat dimana file tersebut akan dikembalikan, disini saya mengaturnya di Loca Disk (C:)
10) Jika sudah diatur, langsung saja klik next
11) Konfirmasi file yang akan di restore tersebut, klik recover
12) Proses restore complete, boleh langsung di close saja
13) Bisa dilihat pada Loca Backup, akan terdapat Messagers bahwa restore data telah sukses
15) Dan lihat, data/file yang ada di folder tersebut akan tetap aman dan kembali utuh
Kesimpulan?
Secara singkat kesimpulannya yaitu, Backup sangatlah penting bagi sesorang yang mempunyai data yang sangat penting, karena dengan melakukan backup, data kita akan tersalin, jadi misalkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap data kita, seperti terserang virus, hilang dan semacamnya kita akan bisa mengembalikan data kita tersebut
Sekian, Semoga Bermanfaat..
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Ya bertemu lagi dengan saya Dimas Trihandika.
Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing-sharing aja tentang Backup & Restore pada Windows Server 2012.
Sebelumnya kita kenali dulu, Backup itu apa Restore itu apa.
Backup adalah suatu proses pencadangan suatu data, gimana ya, jadi data kita tuh kaya ada salinanya lah istilahnya. Sedangkan Restore adalah, Pemulihan/Pengembalian data-data yang sebelumnya sudah kita backup,
Saya kasih contoh nih, Saya ambil contoh dari android aja, Misalkan kita mau ganti Custom Rom di Android kita, nah untuk mengantisipasi terjadinya error pada saat penginstalan, atau juga misalkan untuk mengantisipasi kalo Romnya nanti kurang bagus atau apalah, nah maka dari itu kita harus backup dulu Rom Android kita yang sedang di pakai, biar misalkan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kita bisa Restore Rom kita yang sebelumnya, Gitchuu :v.
Yaudahlah, dari pada kelamaan, sekarang kita mulai aja gimana cara backup & restore di windows server 2012
Backup
1) Pertama buka server manager, abis itu pilih add roles and features
2) Langsung Next aja
3) Pilih Role based abis itu next
4) Pilih Select a server from the server pool, kemudian pilih servernya, sesudah itu klik next
5) Pada Server Roles langsung next aja
6) Kemudian pada Feature, tambahkan fitur Windows Server Backup, seteleh itu next
7) Beri centang pada Restart the destination blablabla, kemudian klik install
8) Tunggu proses intalasi hingga selesai, jika sudahselesai, boleh langsung di close aja jendela penginstalan tersebut
9) Masih di server manager, klik menu tool setelah itu pilih Windsows Server Backup
10) Bisa dilihat, belum ada backupan data, karena kita belum mengkonfigurasinya, maka dari itu klik backup schedule untuk mengatur kapan backup di lakukan
11) Maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, langsung saja klik next
12) Pilih Full server (recommended), setelah itu next
13) Tentukan pada waktu kapan backup akan dilakukan secara otomatis
14) Pilih Back up to shared network folder, karena disini saya akan mem-backup ke shaared network folder
15) Akan ada Caution seperti ini, langsung saja klik ok
16) Kemudian akan ada tampilan seperti gambar berikut
17) Pertama buat dulu folder yang akan digunakan sebagai tempat dimana file-file backupan berada
18) Klik kanan pada folder tersebut, klik share with, setelah itu pilih Spesific people..
19) Share sebagai administrator yang bisa Read/Write folder tersebut
20) Selesai, klik done
21) Balik lagi ke konfigurasi backupnya, untuk locationnya, arahkan ke folder yang sudah di share tadi, setelah itu next
22) Maka akan diminta Usernamed beserta Passwordnya, disini saya menggunakan user Admin
23) Konfigrmasi terhadap konfigurasi backup yang sudah dilakukan, klik finish
24) Konfigurasi selesai, klik close
25) Bisa kalian lihat, schedule waktu backup berhasil berjalan dengan baik
26) Jika tadi membuat waktu kapan backup otomatis di lakukan, sekarang coba lakukan backup langsung tanpa harus menunggu backup otomatis pada waktu yang sudah di tentukan, klik backup once
27) Karena kita ingin langsung backup, pilih different options, setelah itu next
28) Pilih Custom, karena disini saya ingin backup beberapa file saja, ngga full satu server, klik next
29) Kemudian akan muncul tampilan berikut
30) Buat folder dan isi data di dalamnya, pada contoh ini saya membuat 2 file html, yang dimana folder beserta file ini akan di backup nanti
31) Kembali ke konfigurasi backup once tadi, jika sudah klik add items, dan beri centang pada folder yang berisi data yang sudah di buat tadi, kemudian klik ok
32) Berikut tampilan dari file yang akan di backup
33) Kemudian pada tahap Specify Destination Type, pilih remote share folder, karena disini saya akan menempatkan file backupan nya ke network folder yang sudah di share pada tahap sebelumnya
34) Pada location, arahkan ke network folder yang sudah di share tersebut, pilih inherit, pilihan ini membuat backup diakses untuk semua orang yang memiliki akses ke share network folder tersebut, jika sudah klik next
35) Maka akan muncul pop-up caution seperti gambar berikut, klik OK
36) Konfirmasi file yang akan di backup, jika sudah klik backup untuk memulai backup file tersebut
37) Proses backup berlangsung, tunggu hingga selesai
38) Jika sudah complete, boleh langsung di close aja
39) Berikut tampilan pada local backup yang menandakan proses backup telah sukses
1) Sekarang kita masuk ke tahap pengetesan restore hasil backup tadi.
Pertama coba hapus folder yang berisi data yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya
2) Pastikan folder tersebut sudah hilang
2) Kembali lagi ke menu backup, klik Recover.. di sebelah kanan untuk merestore data yang hilang tersebut
3) Pilih on another location, karena disini kita akan merestore melalui remote shared folder yang sudah di konfigurasi pada tahap sebelumnya
4) Pada location type, pilih Remote shared folder
5) Nah sekarang arahkan dimana tempat backup dari file yang akan direstore tersebut
6) Pada backup date, akan di tampilkan waktu terakhir pada saat kita melakukan backup, pada gambar dibawah ini menunjukan jam 4:06 PM dan pada tanggal 29 November 2016, hal ini dikarenkan tadi saya membackupnya pada pukul 4:06 PM dan pada tanggal 29 November 2016. Langsung saja klik next
7) Pilih data jenis apa yang akan di restore, pilih Files and Folders, setelah itu next
8) Berikut akan ditampilkan item yang akan di restore, select file tersebut, setelah itu klik next
9) Atur tempat dimana file tersebut akan dikembalikan, disini saya mengaturnya di Loca Disk (C:)
10) Jika sudah diatur, langsung saja klik next
11) Konfirmasi file yang akan di restore tersebut, klik recover
12) Proses restore complete, boleh langsung di close saja
13) Bisa dilihat pada Loca Backup, akan terdapat Messagers bahwa restore data telah sukses
14) Sekarang cek lagi pada Local Disk (C:) pada menggunakan File explorer, maka folder telah yang di delete tadi akan kembali karna sudah terbackup sebelumya, dan kemudian mengembalikannya dengan cara merestore hasil backupan tersebut.
15) Dan lihat, data/file yang ada di folder tersebut akan tetap aman dan kembali utuh
Kesimpulan?
Secara singkat kesimpulannya yaitu, Backup sangatlah penting bagi sesorang yang mempunyai data yang sangat penting, karena dengan melakukan backup, data kita akan tersalin, jadi misalkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap data kita, seperti terserang virus, hilang dan semacamnya kita akan bisa mengembalikan data kita tersebut
Sekian, Semoga Bermanfaat..
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Comments
Post a Comment